SOAL PTS SBDP SEMESTER 2 KELAS 6
Minggu, 14 Maret 2021
Jumat, 05 Maret 2021
TEMA 8 (BUMIKU) SUBTEMA 1
TEMA 8 (BUMIKU)
PERBEDAAN WAKTU DAN PENGARUHNYA
IPA_KD 3.8
ROTASI BUMI
Rotasi Bumi adalah perputaran bumi pada porosnya, yang berujung pada kutub utara dan selatan. Selama 23 jam 56 menit bumi akan berputar pada porosnya dari barat ke timur. Dengan begitu, maka akan nampak gerak harian matahari dari timur ke barat.
Setiap hari kita menyaksikan fenomena matahari terbit dari sebelah timur lalu bergerak dan terbenam di ufuk sebelah barat. Peristiwa ini sebagai akibat adanya perputaran bumi pada porosnya atau rotasi bumi.
Penyebab Rotasi Bumi
penyebab rotasi bumi dipengaruhi oleh dua faktor, yakni penyebab internal dan eksternal, lebih jelasnya sebagai berikut:
Penyebab Internal
Penyebab rotasi yang berasal dari faktor internal dipicu adanya kekuatan redistribusi massa Bumi. Selain itu, gerakan dan aliran logam panas di dalam inti Bumi menyebabkan terjadinya perputaran.
Penyebab Eksternal
Rotasi Bumi yang berasal dari dorongan atau daya eksternal meliputi adanya tenaga perputaran gaya gravitasi planet Bumi, antara planet Bumi dengan planet lainnya, dan planet Bumi terhadap matahari. Selain itu, rotasi Bumi juga dipengaruhi oleh proses atomosferis dan pergerakan arus laut, antara massa yang terkait di dalamnya.
Dampak Rotasi Bumi
Banyak fenomena alam terjadi akibat adanya rotasi Bumi. Salah satu peristiwa yang sering kita saksikan setiap adalah terjadinya pergantian siang dan malam. Ketika bumi terkena paparan sinar matahari, akan mengalami siang hari. Begitu sebaliknya, saat bagian bumi membelakangi arah matahari, maka akan mengalami malam.
Selain itu, ada beberapa dampak lainnya adanya rotasi bumi, antara lain sebagai berikut:
1. Gerak Semu Matahari
Salah satu dampak dari adanya rotasi Bumi adalah terjadinya pergerakan semu harian matahari. Meski bumi yang mengelilingi matahari, namun putaran dari barat ke timur menyebabkan fenomena pergerakan semu, sehingga terlihat terbit di timur pada pagi hari dan tenggelam di barat pada waktu malam hari.
2. Distribusi Zona Waktu
Dampak adanya perputaran bumi lainnya yaitu adanya distribusi zona waktu. Hal inilah yang menjadikan di berbagai belahan bumi terjadi perbedaan waktu. Adapun pusat waktu berada di Kota Greenwich, Inggris, yang mana setiap perbedaan 15̊ derajat akan mengalami perbedaan waktu satu jam.
3. Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi
Rotasi bumi menghasilkan gerakan yang tidak teratur pada logam cait di dalam inti Bumi. Hal inilah yang menjadikan massa bumi tidak terdistribusi secara merata dan memberi dampak pada percepatan gravitasi berbeda nilainya di berbagai belahan Bumi.
4. Pergantian Siang dan Malam
Belahan bumi yang sedang menghadap ke matahari mengalami siang hari. Di sisi lain, belahan bumi yang sedang membelakangi matahari mengalami malam hari. Adapun kedua belahan bumi tersebut mengalami siang dan malam secara bergantian karena terjadinya rotasi bumi. Karena periode rotasi bumi berlangsung selama 24 jam, maka kedua belahan bumi puun mengalami siang dan malam rata-rata 12 jam secara bergantian.
5. Bentuk Bumi Menjadi Bulat dengan Cepat di Kedua Kutubnya
Bumi yang terus berputar pada porosnya tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi kehidupan di bumi. Rotasi bumi ini juga mempengaruhi bentuk dari planet bumi sendiri. Salah satunya menyebabkan bentuk planet bumi tidak bulat sempurna, namun bulat dengan pepat di kedua kutubnya . Hal ini tidak lain karena gaya-gaya yang dihasilkan oleh rotasi bumi .
6. Terjadinya Pembelokan Arah Angin
Angin merupakan udara yang bergerak. Antara suatu daerah dengan daerah lain di bumi memiliki tekanan dan massa udara yang berbeda , sehingga angin pun terjadi. Angin yang bergerak lurus tanpa mengalami pembelokan akan membawa sifat yang kurang baik, misalnya merusak benda yang dilewatinya. Dengan adanya rotasi bumi , arah angin terbelokan sehingga kecepatan angin tersebut akan berkurang, sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya kerusakan benda yang dilalui angin.
7. Berfungsinya Satelit Buatan
Tujuan satelit-satelit dibuat ialah untuk menyampaikan informasi kepada manusia. Rotasi bumi membuat satelit-satelit tersebut berfungsi dengan semestinya. Karena dengan perputaran bumi , daerah yang dijangkau oleh satelit pun dapat berganti-ganti serta satelit bisa menyampaikan informasi kepada berbagai wilayah.
REVOLUSI BUMI
Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari.Satu periode bumi mengelilingi matahari membutuhkan waktu selama 365 hari 1/4 hari (satu tahun surya atau disebut sebagai kala revolusi bumi).
Adapun dampak revolusi bumi antara lain :
1. Terjadinya Gerak Semu Tahunan Matahari
Revolusi menyebabkan terjadinya gerak semu matahari. Gerak semu matahari disebut juga sebagai gerak semu tahunan matahari. Gerak semu tahunan matahari merupakan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi selatan ke belahan bumi utara yang biasanya terjadi mulai tanggal 22 Desember hingga tanggal 21 Juni. Juga pergerakan posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan yang terjadi mulai tanggal 21 Juni hingga 22 Desember.
2. Terjadinya Perbedaan Waktu Siang dan Malam
Siang dan malam sebenarnya terjadi akibat rotasi bumi. Namun revolusi bumi juga mempengaruhi, khususnya berpengaruh terhadap perbedaan lamanya siang dan malam. Perbedaa lamanya siang dan malam ini merupakan dampak dari kombinasi antara revollusi bumi dan kemiringan sumbu bumi. Keadaan ini sangat jelas terlihat di wilayah Kutub Utara maupun Kutub Selatan. Pada 21 Maret hingga 23 September, Kutub Utara berada lebih dekat dengan matahari sehingga wilayahnya mengalami siang lebih lama dan malam lebih singkat daripada Kutub Selatan. Sebaliknya pada 23 September hingga 21 Maret Kutub Selatan berada lebih dekat dengan matahari sehingga di sana terjadi siang yang lebih lama serta malam lebih singkat daripada di Kutub Utara .
3. Penetapan Kalender Masehi
Berdasarkan pada pembagian bujur (Bujur Barat dan Bujur Timur), ditettapkan bahwa batas penanggalan internasional adalah bujur 180 derajat. Hal ini berakibat apabila di wilayah yang termasuk Bujur Timur telah masuk tanggal 10, maka di wilayah yang termasuk Bujur Barat masih tanggal 9 (telat antara 1 hingga beberapa jam),. Adapun perhitungan kalender tersebut mengacu kepada periode revolusi bumi, yaitu satu tahun kurang lebih terdiri atas 365 1/4 hari.
Latihan Soal-soal :
1. Benda langit yang mampu menghasilkan cahaya sendiri disebut ....
2. Bulan merupakan benda langit yang mengitari bumi, sehingga bulan disebut ...
3. Lama waktu yang dibutuhkan bulan untuk melakukan revolusi ialah ...
4. Gerak bumi berputar pada porosnya dinamakan...
5. Ketika bumi berputar pada porosnya disebut ...
6. Selisih waktu antara WIB dan WITA adalah .... jam.
7. Lama waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari sekali putaran adalah ...
8. Orbit bumi mengelilingi matahari berbentuk ...
9. Terjadinya siang dan malam disebabkan oleh ...
10. Benda langit yang termasuk bintang adalah ...
Rabu, 03 Maret 2021
Tata Surya
TATA SURYA
Mengenal Sistem Tata Surya dan Nama-nama Planet
Objek Pembentuk Tata Surya
Bintang
Sebagai salah satu benda langit yang paling terlihat jelas secara kasat mata, bintang memiliki kemampuan untuk memancarkan cahayanya sendiri. Apakah sahabat tahu bahwa matahari termasuk salah satu bintang karena bisa memancarkan cahaya sendiri.
Tak hanya itu, matahari juga memiliki massa terbesar daripada bintang lain di sistem tata surya. Oleh karena itu, matahari memiliki gravitasi yang berpengaruh pada benda langit lainnya. Semua benda langit beredar pada lintasan tertentu akibat gravitasi matahari.
Planet
Nah, planet adalah salah satu benda langit tempat tinggal kita. Planet memiliki massa dan gravitasi yang cukup untuk membentuk struktur bulat dengan lintasan orbit yang tidak dilalui oleh benda langit lainnya. Tadinya, jumlah planet dalam sistem tata surya ada sembilan sebelum Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet karena orbitnya tidak bersih.
Namun, sembilan planet yang terdapat di dalam sistem tata surya ini juga dipelajari sebagai benda langit yang penting. Nanti karakteristik planet juga akan dibahas pada artikel ini, ya.
Satelit
Kalau selama ini benda langit yang populer dikenal bercahaya adalah bulan dan matahari, sudah tahukah bahwa bulan adalah satelit bumi? Ya, setiap planet memiliki satelit yang mengitarinya. Planet juga dibedakan menjadi satelit alami dan buatan. Nah, bulan adalah satelit alami yang dimiliki oleh Bumi dan memantulkan sinar dari matahari.
Semua satelit bergerak mengelilingi matahari bersama dengan planet yang diputarinya. Sementara itu, satelit juga berputar pada porosnya sendiri dan mengitari planet yang diiringinya.
Asteroid
Berbeda dengan benda-benda langit sebelumnya, asteroid merupakan benda berbatu kecil yang ukurannya juga lebih kecil daripada planet. Pada sistem tata surya, lintasan asteroid terletak di antara planet Mars dan Jupiter dan dikenal dengan sebutan sabuk asteroid. Asteroid juga disebut planet minor dan mengorbit pada matahari.
Komet
Nah, benda langit ini juga terdiri atas sejumlah partikel-partikel batuan, kristal, es, dan gas. Komet terdiri atas tiga bagian yaitu inti, koma, dan ekor. Karena itu, banyak orang yang menyebut komet sebagai bintang berekor. Hal ini disebabkan oleh bentuk komet yang bercahaya saat muncul di langit malam.
Meteoroid
Sebutan untuk benda langit ini mungkin paling sering tertukar dengan meteorit dan meteor. Namun, ketiga jenis benda langit ini sesungguhnya berbeda. Meteoroid adalah batuan kecil atau puing yang berada di dalam sistem tata surya. Ukuran meteoroid bahkan bisa sangat mikro seperti debu.
Planet di Sistem Tata Surya Beserta Karakteristiknya
Planet menjadi salah satu benda langit yang secara karakteristik memiliki ukuran cukup besar. Dengan karakteristiknya yang beragam, planet dipelajari sebagai ilmu pengetahuan umum.
Setiap planet memiliki kala rotasi dan revolusi yang berbeda-beda. Rotasi merupakan perputaran planet yang berputar pada porosnya masing-masing. Sementara itu, revolusi merupakan gerakan planet atau satelit yang berputar mengelilingi matahari.
Merkurius
Planet Merkurius adalah planet yang paling dekat dengan matahari. Nama planet ini diambil dari nama utusan bangsa Romawi pada para dewa. Setelah Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet di dalam sistem tata surya, Merkurius menjadi planet yang ukurannya paling kecil. Merkurius memiliki kala rotasi 59 hari dan kala revolusi 88 hari.
Venus
Venus merupakan benda langit yang bisa dilihat secara kasat mata dan sering dianggap seperti bulan. Planet ini memiliki sebutan bintang fajar atau bintang senja karena kemunculannya terlihat jelas sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam. Kala rotasi Venus adalah 243 hari dengan arah berlawanan dengan jarum jam.
Bumi
Nah, kalau planet satu ini adalah planet tempat tinggal manusia. Bumi memiliki kemampuan untuk mendaur ulang komposisi planetnya secara konstan dan dinamis. Bumi berotasi selama 24 jam yang menyebabkan perbedaan zona waktu, sedangkan kala revolusinya adalah 365 – 366 hari.
Mars
Planet Mars menjadi salah satu planet yang juga dianggap mampu menyokong kehidupan makhluk hidup. Hal ini dipicu oleh temuan air yang dilakukan oleh Lembaga Antariksa Amerika Serikat saat berada di planet Mars. Rotasi mars hanya 4,6 jam dengan kala revolusinya 687 hari.
Jupiter
Planet di urutan kelima ini juga cukup terkenal karena ukurannya paling besar dibandingkan dengan planet lainnya. Jika diibaratkan, Jupiter berukuran dua kali lebih besar dari kumpulan seluruh planet di dalam sistem tata surya. Kala rotasi Jupiter hanya sekitar 10 jam dengan kala revolusi 11 tahun 315 hari.
Saturnus
Sebagai planet terbesar kedua, Saturnus juga memiliki cincin yang mengitarinya. Sebagian besar komposisi planet Saturnus merupakan gas dan cairan dengan kerapatan rendah. Kala rotasinya 10 jam 20 menit, sedangkan kala revolusinya 29 tahun 5 bulan. Saturnus memiliki satelit alami yang dikenal sebagai satelit Titan.
Uranus
Uranus memiliki warna kebiru-biruan dan ditemukan oleh Wilhelm Herschell pada 1781. Planet ini memiliki kerapatan yang paling rendah kedua setelah planet Saturnus. Kala rotasi Uranus adalah 17 jam, sedangkan kala revolusinya 84 tahun.
Neptunus
Planet kedelapan ini adalah planet terakhir yang berada di urutan sistem tata surya. Karakteristik Neptunus mirip dengan Uranus, terutama dari karakteristik warnanya. Karena itulah, kedua planet ini juga sering disebut sebagai planet kembar. Ukuran Neptunus 17 kali lebih besar dibandingkan planet Bumi. Kala rotasinya 16,1 jam dan kala revolusinya 164 tahun 9 bulan.
P I D A T O
- Pidato pembukaan, merupakan pidato singkat yang dibawakan oleh pembawa acara atau MC.
- Pidato pengarahan, merupakan pidato untuk memberi pengarahan pada suatu pertemuan. Biasanya pidato ini dilakukan oleh ketua RT, ketua RW, atau ketua panitia dalam acara rapat warga atau rapat panitia suatu kegiatan.
- Pidato sambutan, merupakan pidato yang disampaikan oleh seorang ketua, baik ketua panitia ataupun pemimpin suatu masyarakat seperti ketua RT, RW, dan lain-lain. Kepada hadirin atau masyarakat pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian.
- Pidato peresmian, merupakan pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu. Biasanya ini dilakukan oleh pejabat pemerintah atau tokoh masyarakat dalam peresmian bangunan, gedung, dan lain-lain.
- Pidato laporan, merupakan pidato yang isinya menyampaikan llaporan atas suatu tugas atau kegiatan.
- Pidato pertanggungjawaban adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban seorang ketua atay pejabat kepada warga masyarakat atau orang yang telah memberikan amanatt dalam melaksanakan suatu kegiatan
Membaca naskah
Metode ini merupakan metode dimana orang yang menyampaikan pidato membaca naskah pidato yang sudah disiapkan sebelumnya. Naskah tersebut disusun, kemudian dibaca lengkap dari awal sampai akhir pidato. Metode pidato ini biasa digunakan dalam menyampaikan pidato formal dan resmi, seperti pidato kenegaraan, sambutan pemerintah, atau laporan dari lembaga resmi.
Menghafal (Memoriter)
Metode ini tidak perlu membawa naskah atau teks lainnya karena penyampai pidato menghapal seluruh isi pidato. Naskah pidato juga dipersiapkan sebelumnya, tetapi tidak dibawa saat berhadapan dengan publik. Pidato dengan metode ini biasa digunakan di kalangan pelajar atau orator publik pemula. Di kalangan pelajar, pidato metode menghapal ditujukan untuk proses pembelajaran. Metode menghapal juga diterapkan dalam berbagai lomba pidato.[ Keunggulannya adalah lancar kalau benar-benar hafal, tidak ada yang salah kalau benar-benar hafal, dan mata pembicara dapat memandang pendengar. Kelemahannya adalah pembicara cenderung berbicara cepat tanpa penghayatan, tidak dapat menyesuaikan dengan situasi dan reaksi pendengar, dan kalau lupa pidatonya gagal total.
Spontan (Impromtu)
Impromptu adalah metode penyampaian pidato tanpa persiapan naskah, catatan kecil, atau menghapal sebelumnya. Penyampaiannya bersifat dadakan. Penyampai pidato langsung berbicara sesuai apa yang ia tahu dan terlintas di benaknya. Metode ini hanya bisa disampaikan oleh orang yang memiliki jam terbang tinggi sebagai orator. Ia terbiasa dan profesional dalam menyampaikan pikiran di hadapan publik.[8] Keunggulannya adalah sajian materi pidato terasa lebih segar dan menarik. Kelemahannya adalah pidato tidak lancar dan kacau bagi pembicara pemula dan kemungkinan gagal menyampaikan isi pidato dengan baik cukup besar.
Menjabarkan kerangka (Ekstemporan)
Menjabarkan Kerangka Pembicara menyiapkan pokok-pokok isi pidato kemudian menyusunnya dalam bentuk kerangka pidato. Selain itu, pembicara juga membuat catatan khusus yang diperlukan dalam berpidato. Dalam berpidato kerangka itu dikembangkan secara langsung dan catatan itu dilihat saat diperlukan. Berpidato dengan cara menjabarkan kerangka ini sangat dianjurkan karena sifatnya yang fleksibel. Pembicara dituntun oleh kerangka pidato yang telah dibuatnya. Dengan demikian, isi pidato dapat disampaikan secara runtut dan tak ada yang terlupakan. Sementara itu, pembicara bebas memandang pendengar untuk membina kontak batin. Pembicara juga bebas menyesuaikan pidatonya dengan situasi dan reaksi pendengar. Kalau kerangka dan catatan itu sudah dapat diingat, pembicara dapat tampil tanpa membawa secarik kertas. Hal ini tentu Iebih baik lagi karena pembicara bisa Iebih konsentrasi meningkatkan kualitas pidatonya agar Iebih menarik. Keunggulan metode pidato ini adalah pokok-pokok isi pidato tak ada yang terlupakan, penyampaian isi pidato runtut, kemungkinan salah kecil, dan komunikatif. Sedangkan Kelemahannya adalah tangan kurang bebas bergerak karena memegang kertas dan terkesan kurang siap karena sering melihat catatan.
- Impromtu = pidato yang dilakukan tanpa naskah dan tanpa persiapan sebelumnya.
- Memoriter = berpidato dengan cara menghafal naskah terlebih dahulu .
- Naskah = berpidato dengan cara membaca teks pidato ketika pidato berlangsung.
- Ekstemporan = pidato yang terlebih dahulu telah disiapkan poin-poin pentingnya saja.
Rabu, 06 Januari 2021
Pengolahan Data (Mean, Median, Modus)
PENGOLAHAN DATA
A. MEAN (NILAI RATA-RATA)
Mean adalah nilai rata-rata dari seluruh data.
Contoh :
Hasil nilai ulangan matematika 20 siswa kelas enam SD Mampang adalah sebagai berikut :
6 7 8 6 8 9 5 7 8 8 6 8 9 7 6 8 6 6 9 8
Berapakah rata-rata nilai dari 20 siswa tersebut ?
Untuk soal seperti ini, tinggal jumlahkan saja semua nilai kemudian dibagi 20
Jawab : 6+7+8+6+8+9+5+7+8+8+6+8+9+7+6+8+6+6+9+8 = 145
145 : 20 = 7,25
B. MEDIAN
Median adalah nilai tengah dari kumpulan data yang telah diurutkan dari ukuran yang terkecil.
Yang harus digaris bawahi di sini adalah ‘diurutkan’. Banyak siswa yang salah menjawab soal median karena lupa mengurutkan datanya dulu sebelum dicari nilai tengahnya.
Oleh sebab itu, kakak sarankan saat mengerjakan median. Teman-teman jangan lupa mengurutkan datanya terlebih dulu.
Setelah diurutkan ada dua ketentuan yang bisa teman-teman terapkan, yaitu:
- Data ganjil
Jika jumlah datanya ganjil, maka mediannya adalah yang terletak paling tengah.
Misalnya, jumlah datanya adalah 13, maka urutkan dulu data tersebut dari yang terkecil. Kemudian mediannya terletak di data yang berada di urutan nomor 7 (data ke-7)
- Data genap
Jika banyaknya data adalah genap, maka urutkan dulu datanya dari yang paling kecil. Kemudian cari nilai mediannya dengan mencari rata-rata dari dua data yang terletak paling tengah.
Misalnya, data berjumlah 12. Maka urutkan datanya terlebih dulu. Kemudian jumlahkan data ke-6 dan ke-7, lalu dibagi 2. Itulah nilai mediannya.
Contoh:
Diketahui sebuah data tunggal
2, 4, 6, 7, 7, 8, 9, 10. Berapakah mediannya?
Kita lihat bahwa data di atas sudah urut dari yang terkecil dan jumlah datanya adalah 8. Jadi, cara mencari mediannya adalah:
Rata-rata dari data ke-4 dan 5.
Yaitu = (7 + 7) : 2 = 14 : 2 = 7
C. MODUS
Modus adalah nilai yang sering muncul dari sekumpulan data yang disajikan. Teman-teman tidak perlu mengurutkan datanya terlebih dulu saat mencari modus.
Cukup cari data yang paling sering muncul, paling banyak jumlah / frekuensinya.
Contoh:
Diketahui sebuah data tunggal
2, 4, 6, 7, 7, 8, 9, 10. Berapakah modusnya?
Modus dari data di atas adalah 7 sebab muncul 2 kali. Lebih banyak dibandingkan yang lain.
Soal Latihan :
Diketahui sebuah data:
Hasil ulangan matematika kelas 6 B adalah sebagai berikut :
7, 8, 9, 6, 6, 7, 8, 10, 9, 6, 8. 9, 7,6,7,8,8,9,6,7
Tentukan mean, median, modus serta buatkan tabel datanya !
Makanan Bergizi untuk Kesehatan Pencernaanmu
Makanan Bergizi untuk Kesehatan Pencernaanmu A . Begini cara Kerja Sistem Pe...
-
EJAAN BAHASA INDONESIA Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa ( kata , kalimat , dsb) dengan kaidah tulisan ( huruf...
-
METAMORFOSIS Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau str...







