Pesawat sederhana adalah suatu alat bantu yang dapat membantu dan memudahkan pekerjaan manusia.
Pesawat sederhana dapat dibedakan menjadi beberapa macam antaralain, tuas/pengungkit, katrol, roda, dan bidang miring.
Keuntungan
menggunakan pesawat sederhana ialah keuntungan mekanik. Perbandingan
gaya beban dan gaya kuasa yang dapat mempermudah kerja manusia.
Jenis Pesawat Sederhana
1. Tuas / Pengungkit
Tuas/pengungkit ini memiliki fungsi untuk mengungkit, mencabut ataupun mengangkat suatu beban yang berat.
Dengan penggunaan pengungkit yang benar maka benda yang berat tersebut akan terasa lebih ringan.
T = titik poros atau tumpu
A = titik kuasa
B = titik beban
F = gaya kuasa (N)
W = lengan kuasa (N)
Tuas memiliki beberapa jenis dilihat dari titik poros yang digunakan :
a. Tuas Jenis Pertama
Tuas jenis ini adalah tuas yang titik tumpunya berada di tengah atau diantaratitik beban dan tituk kuasa. Contoh : pemotong kuku, gunting, jepitanjemuran, tang, jungkat jungkit dan lainnya
b. Tuas Jenis Kedua
Tuas jenis ini memiliki poros yang
diletakkan di salah satu ujungnya. Ssusunan dari tuas jenis kedua ialah
titik poros, beban, baru kuasa. Contoh : gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, pembuka botol. Pemecah kemiri, dll
Rumus Tuas/pengungkit
W Lbeban = F Lkuasa
Rumus Keuntungan Mekanis Tuas
KM = W/f = Lkuasa/ Lbeban
c. Tuas Jenis Ketiga
Tuuas ini memiliki bentuk yang mirip
dengan tuas jenis dua dimana poros berada pada salahsatu ujungnya yang
membedakan ialah susunannya. Susunan tuas ini adalah potos, kuasa, dan
beban. Contoh : sekop, sendok, garpu, dll
2. Bidang Miring
Bidang miring merupakan jenis
pesawat sederhana yang memanfaatkan alas yang berupa miring untuk
memudahkan penggeseran benda atau mengangkat benda yang berat.
s : jarak lintasan (m) F : gaya (N) W : berat beban (N) h : tinggi lintasan (m)
Keuntungan
yang dihasilkan dari bidang miring ialah semakin landau bidang miring
maka gaya yang diperlukan untuk memindahkan benda akan lebih ringan.
Semakin besar sudut kemiringannya berarti semakin besargaya yang diperlukan untuk memindahkan benda tersebut.
Rumus Keuntungan Mekanis Bidang Miring
KM = s/h
F = K = w/KM = w h/s
3. Katrol
Katrol
merupakan roda berputar pada porosnya. Katrol juga memiliki tali atau
rantai sebagai penghubunga antar katrol maupun dengan beban.
Katrol sendiri dapat kita golongkan menjadi tiga jenisantara lain:
a. Katrol Tetap
Katrol tetap merupakan jeniskatrol yang posisinyatidak dapat berpindah pindah. Contoh : katrol timbangan sumur, tiang bendera
b. Katrol Bebas
Katrol ini memiliki konsep dapat bergerak dan salah satu ujung tali yang dipasang tetap. Contoh : katrol pada flayingfox, katrol pada gondola
c. Katrol Majemuk
Katrol inimenggabungkan dari dua katrol sebelumnya. Dimana terdapat lebih darisatu katrol salah satunya dipasang tetap. Contoh : katrol pada roda berporos.
Setelah
kita mengerti definisi dan berbagai jeniskatrol beserta manfaatnya.
Mari kita belajar mengaplikasikan prinsipkatrol tersebut pada persamaan
matematis untuk menyelesaikan masalah di kehidupan sehari hari.
Rumus Katrol Tunggal
F = W
Rumus Katrol Bergerak
F = ½ W
Rumus Katrol Majemuk
F = W/jumlah katrol
Keterangan:
W = beban (N)
L = panjangan dari poros (m)
F = gaya kuasa (N)
K = kemiringan bidang (derajat)
h = tinggi bidang miring (m)
s = jarak bidang miring (m)
Kerjakan soal berikut !
1. Perhatikan bidang miring di bawah ini.
Jika gaya yang dignakan untuk menggesar benda tersebut adalah 50N, tentukan:
Keuntungan mekanis.
Berat beban
2. Katrol yang tidak berubah posisinya saat memindahkan benda disebut katrol ...
3. Contoh penggunaan bidang miring dalam kehidupan sehari-hari adalah ...
4. Contoh pengungkit jenis satu adalah ...
5. Contoh penggunaan roda berporos adalah ...
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
1. EKOSISTEM SAWAH
Ekosistem sawah merupakan ekosistem buatan tangan manusia yang biasanya di gunakan oleh petani untuk mencari nafkah.
Sawah merupakan sebuah jenis ekosistem buatan yang berbentuk lahan
pertanian dengan memiliki permukaan tanah cukup rata dan memiliki
pematang sebagai pembatasnya.
Kebutuhan pangan manusia inilah yang
menyebabkan pembentukan ekosistem ini. Tanaman yang berada disawah yang
paling sering di temui adalah padi, kacang – kacangan, cabai dan masih
banyak lagi.
Selain tumbuhan terdapat juga seperti hewan – hewan yang berada di sawah yakni ular, belalang, burung, ulat dan lain – lain
A. Macam Macam Ekosistem Sawah
Adapun beberapa ekosistem ini adalah sebagai berikut :
B. Ciri-Ciri Ekosistem Sawah
Berikut ini beberapa ciri ekosistem pada area pesawahan, diantaranya:
Ekosistem berada di daratan dan umumnya terletak di dataran tinggi.
Adanya biota hidup yang beradaptasi dengan dataran tinggi/ pegunungan.
Areanya berlumpur dan selalu digenangi air.
Umumnya di tumbuhi tanaman padi, dan dipanen tergantung musimnya.
Terjadi rantai makanan.
C. Komponen Ekosistem Sawah
Unsur-unsur ekosistem di area sawah
dibagai menjadi dua jenis yaitu unsur biotik (organisme hidup) dan unsur
abiotik (benda-benda mati). Berikut ini penjelasannya secara lengkap:
a. Komponen Biotik
Di area pesawahan terdapat beragam
komponen biotik seperti tumbuhan dan hewan. Biasanya keberadaan hewan
seperti serangga, ikan-ikan kecil, belut, ular, tikus, burung, dll.
keberadaanya muncul secara alami. Umumnya manusia membuat sawah hanya
untuk ditanami padi saja. Adapun komponen biotik di sawah yang dibagi
menjadi:
1. Produsen
Merupakan organisme yang dapat
menghasilkan/membuat makanannya sendiri, seperti tumbuhan padi dan
tanaman lainnya. Di area sawah Padi dan tanaman lain merupakan produsen
yang dapat membuat makanannya sendiri dengan cara fotosintesis.
2. Konsumen
Yaitu organisme yang membutuhkan
produsen sebagai makanannya. Jadi organisme ini tidak dapat membuat
makanannya sendiri sehingga selalu bergantung kepada produsen untuk
bertahan hidup. Bisanya merupakan hewan pemakan tumbuhan (herbivora) dan
pemakan biji-bijian (omnivora) atau dalam rantai makanan disebut
Konsumen Primer. Beberapa contohnya seperti serangga, tikus, burung
pipit, dll.
i sawah juga selain hewan herbivora dan
omnivora, ada juga hewan karnivora atau pemakan daging. Jika dalam
rantai makanan disebut konsumen sekunder. Beberapa contohnya seperti
katak, ular, elang, dll.
3. Pengurai
Yaitu organisme yang menguraikan
sisa-sisa organisme hidup yang sudah mati, sehingga menjadi zat organik.
Zat organik ini berguna untuk kesuburan tanah, sehingga unsur hara
tanah menjadi semakin baik dan produktivitas tumbuhan semakin meningkat.
Beberapa contohnya sepeti bakteri, cacing, dan jamur.
b. Unsur Biotik
Berikut ini beberapa unsur biotik yang terdapat di sawah, misalnya:
1. Tanah
Tanah terbentuk dari pelapukan batuan
yang disebabkan iklim, tumbuhan lumut, dll. Tanah yang subur diperlukan
oleh organisme hidup khususnya tanaman, tanah yang subur membuat tanaman
dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Tanah juga menyediakan
unsur-unsur penting bagi tanaman.
2. Air
Semua makhluk hidup sangat membutuhkan
air, di sawah air berperan penting untuk melarutkan dan membawa sumber
makanan bagi tanaman padi. Adanya air tergantung dari curah hujan dan
curah hujan tergantung iklim di tempat tersebut.
Air terdiri dari molekul H2O,
air umumnya berbentuk cair, tapi ada juga yang bentuknya padat dan gas.
Air berbentuk padat misalnya seeprti es atau salju dan air berbentuk
gas berupa uap. Air sangat diperlukan makhluk hidup untuk kelangsungan
hidupnya karena sebagian besar tubuh organime hidup mengandung air.
3. Cahaya matahari
Cahaya matahari sangat penting bagi
makhluk hidup, terutama untuk tumbuhan dalam proses fotosintesis. Cahaya
matahari mempengaruhi keragaman jenis ekosistem juga, karena dapat
menentukan suhu diberbagai daerah bumi.
4. Udara
Udara mengandung berbagai macam jenis
gas seperti oksigen, nitrogen, karbondioksida, dll. Oksigen berguna
untuk bernafas, nitrogen berguna untuk membentuk protein, dan karbon
dioksida berguna untuk tumbuhan dalam proses fotosintesis.
5. Iklim
Iklim merupakan keadaan cuaca dalam
jangka waktu yang panjang, misalnya per-periode atau per-tahun.
Sedangkan cuaca merupakan iklim pada suatu daerah dalam jangka yang
pendek seperti mingguan dan bulanan.
D. Contoh Rantai Makanan di Ekosistem Sawah
Berikut ini beberapa contoh rantai makanan yang terjadi di area pesawahan, misalnya:
Cahaya matahari -> Tanaman padi -> Tikus -> Ular -> Elang -> Pengurai.
Cahaya matahari -> Tanaman padi -> Belalang -> Katak -> Ular -> Elang -> Pengurai.
Cahaya matahari -> Tanaman padi -> burung pipit -> Ular -> Elang -> Pengurai.
2. EKOSISTEM LAUT
Rantai Makanan di Laut – Lautan merupakan ekosistem
alami yang sangat luas. Bahkan kita dapat membedakannya menjadi beberapa
macam zona tergantung tingkat kedalamannya. Sama halnya seperti
ekosistem darat, luasnya area lautan juga membentuk sebuah rantai
makanan tersendiri.
Contoh dan Penjelasan Rantai Makanan Di Laut
Berikut ini adalah contoh rantai makanan di laut beserta penjelasan singkatnya, yaitu:
Energi Matahari-Alga-Ikan Kecil-Ikan Besar-Hiu-Pengurai
Pada rantai makanan ini, energi matahari merupakan
sumber yang membantu alga berfotosintesis. Hasil fotosintesis alga merupakan
makanan ikan kecil. Ikan kecil sebagai konsumen I kemudian dimakan oleh ikan
besar. Hiu menduduki trofik tertinggi sebagai predator yang
memakan ikan besar. Kemudian akan diurai oleh dekomposer ketika mati.
Energi Matahari-Fitoplankton-Udang-Ikan Kecil-Burung Bangau-Ular Laut-Pengurai
Fitoplankton
mampu berfotosintesis berkat adanya energi matahari. Organisme ini
merupakan makanan bagi udang. Kemudian udang dimakan oleh ikan kecil
yang berperan sebagai konsumen II. Burung bangau menduduki trofik
konsumen III yang memakan ikan kecil. Pada rantai makanan ini, ular laut
berada di puncak rantai makanan yang kemudian akan diuraikan oleh
dekomposer.
Energi Matahari-Fitoplankton-Udang-Ikan-Singa Laut-Hiu-Pengurai
Pada
rantai makanan ini, fitoplankton berfotosintesis berkat energi matahari
merupakan makanan bagi udang. Sebagai konsumen II, ikan memakan udang
dan kemudian dimakan oleh singa laut. Di puncak rantai makanan terdapat
hiu yang apabila mati akan diuraikan oleh pengurai.
Plankton yang merupakan makanan ikan laut berada di
tingkatan bawah rantai makanan. Kemudian ikan laut dimakan oleh ular laut yang
merupakan konsumen II. Pada rantai makanan ini, burung elang menduduki
tingkatan teratas meskipun hewan darat.
Plankton-Ikan Kecil-Ikan Tuna-Manusia-Dekomposer
Rantai makanan ini mirip seperti pola diatas. Bedanya,
ikan kecil yang memakan plankton dimakan oleh tuna. Kemudian manusia masuk ke
dalam rantai makanan ini sebagai konsumen III yang memakan tuna yang kemudian
diuraikan oleh dekomposer.
3. EKOSISTEM SUNGAI
Ekosistem sungai ini berarti segalam macam interaksi atau hubungan
timbal balik dari makhluk hidup dan juga lingkungannya yang mana
meliputi kawasan atau daerah sungai. Ekosistem sungai ini meliputi di
sepanjang wilayah Daerah Aliran Sungai, dari hulu sungai, badan sungai,
dan juga hilir sungai, dan bahkan muara sungai (baca: ciri-ciri bagian hulu dan hilir sungai). Di sepanjang aliran sungai inilah disebut sebagai ekosistem sungai.
Ekosistem
sungai ini merupakan salah satu jenis ekosistem air tawar. Indonesia
sendiri di hampir semua wilayahnya mempunyai ekosistem sungai ini. Hal
ini karena setiap pulau yang ada di Indonesia mempunyai sungai. Beberapa
sungai yang terkenal dan sekaligus menjadi ekosistem sungai yang besar
anatar lain adalah Sungai Mahakam, Sungai Kapuas, Sungai Musi, Sungai
Bengawan Solo, dan lain sebagainya (baca: sungai terpanjang di Indonesia).
Ciri- ciri Ekosistem Sungai
Setiap
jenis ekosistem di Bumi ini mempunyai ciri- ciri atau karakteristiknya
masing- masing. Hal ini tidak berbeda dengan ekosistem sungai ini.
Ekosistem sungai ini dikatakan sebagai ekosistem yang menarik. Ada 2
alasan mengapa ekosistem sungai ini menarik, yakni karena mempunyai
aneka kehidupan biota yang beragam dan juga mempunyai perubahan fisik
kimia yang bisa dipengarui oleh berbagai macam faktor.
Ekosistem
sungai ini mempunyai suatu ciri khas. Ciri khas yang dimiliki oleh
ekosistem sungai ini adalah adanya aliran air yang searah sehingga
memungkinkan adanya perubahan fisik dan kimia di dalamnya yang
berlangsung secara terus menerus. Selain ciri khas tersebut, kita juga
dapat menemukan beragam ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh
ekosistem sungai ini. Beberapa ciri atau karakteristik utama yang
dimiliki oleh ekosistem sungai antara lain:
Adanya air yang terus mengalir dari arah hulu menuju ke arah hilir.
Terdapat variasi kondisi fisik dan juga kimia dalam tingkat aliran air yang sangat tinggi.
Adanya perubahan kondisi fisik dan juga kimia yang berlangsung secara terus menerus.
Dihuni oleh berbagai macam tumbuhan dan juga binatang yang telah beradaptasi dalam kondisi aliran air.
Itulah
beberapa ciri utama yang dimiliki oleh ekosistem sungai. Perlu kita
ketahui bersama bahwasannya ciri atau karakteristik tersebut hanya
dipuyai oleh ekosistem air ini dan tidak dimiliki oleh jenis ekosistem
lainnya. Mengenai penjelasan lebih lanjut tentang beragam kondisi yang
dimiliki oleh ekosistem sungai, akan dijelaskan berikut ini. Aliran Air
Aliran
air merupakan faktor utama yang dimiliki oleh ekosistem sungai dan
merupakan pembeda dari ekosistem lainnya. Kecepatan aliran air antara
satu sungai dengan sungai yang lainnya berbeda- beda. Hal ini karena
kecepatan aliran air sungai dipengaruhi oleh berbagai hal. Berbagai hal
yang mempengaruhi kecepatan aliran air sungai antara lain pencairan
salju, air tanah (baca: ciri-ciri air tanah yang baik), dan juga hujan (baca: jenis- jenis hujan).
Terdapat beberapa perubahan pada dasar sugai karena disebabkan oleh
aliran sungai ini. Aliran sungai dapat mengubah bentuk dasar sungai
melalui beberapa cara, yakni erosi (baca: akibat erosi sungai), sedimentasi (baca: batuan sedimen), serta berbagai perubahan habitat yang lainnya.
Cahaya
Cahaya
yang terdapat di ekosistem sungai memegang peranan yang sangat penting.
Cahaya ini berperan sebagai penyedia energi untuk melakukan proses
fotosintesis oleh berbagai organisme autotrof yang berperan sebagai
prosusen di ekosistem sungai tersebut. Cahaya yang dimaksudkan tentu
saja cahaya yang berasal dari matahari (baca: bagian- bagian matahari)
atau sinar sinar matahari. Cahaya matahari yang diterima oleh
ekosistem sungai ini sangat dipengaruhi oleh berbagai macam variabel,
diantaranya jumlah pepohonan yang menaungi sungai, lebat atau tidaknya
pepohonan tersebut, dan juga tingkat kedalaman sungai itu sendiri (baca:
sungai terpanjang di dunia). Suhu
Suhu
merupakan salah satu komponen abiotik yang dimiliki oleh suatu
ekosistem. Demikian halnya di ekosistem sungai ini pastilah juga ada
suhu. Suhu yang terdapat di ekosistem sungai ini sangat bervariasi. Hal
ini karena keberadaan suhu ini dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu
radiasi di permukaan, konduksi dari atau ke udara (baca: ciri- ciri udara yang bersih), substrat di sekitarnya, iklim (baca: iklim di Indonesia),
dan juga tingkat kemiringan sungai. Selain itu di ekosistem sungai ini
juga ditemukan perbedaan suhu yang cukup mencolok antara bagian
permukaan air sungai dengan bagian bawah air sungai tersebut. Substrat
Subtrat
merupakan bagin permukaan tempat berbagai orgenisme hidup. Kondisi
substrat dalam ekosistem ini umumnya tidak permanen. Substrat di
ekosistem sungai ini dipengaruhi oleh 2 faktor. Faktor- faktor yang
mempengaruhi substrat di ekosistem sungai ini adalah:
Faktor organik, misalnya sisa dedunan, kayu, lumut, dan juga berbagai macam tanaman.
Faktor anorganik, misalnya batu, bahan- bahan geologi, kerikil, pasir dan lumpur.
Bakteri
Dengan atau tanpa disadari oleh kita, bakteri mempunyai peranan besar
dalam suatu ekosistem. Bakteri ini mempunyai peranan yang penting dalam
proses daur ulang energi. Bakteri berperan menguraikan bahan- bahan
organik menjadi senyawa organik yang dapat digunakan oleh tanaman serta
organisme lainnya. Di dalam ekosistem sungai ini, bakteri hadir dalam
jumlah yang banyak sehingga proses daur ulang energi dapat berlangsung
dengan lancar. Kimia Air
Ekosistem sungai
tidak terlepas dari yang namanya kondisi kimia pada air. Pada ekosistem
sungai ini, kondisi kimianya sangat bervariasi antara satu dengan yang
lainnya. Hal ini bergantung pada input dari lingkungan atau daerah yang
ada di sekitarnya, seperti hujan, dan juga penambahan bahan pencemar
yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Meskipun demikian, kita tetap
perlu mengetahui bahwasannya oksigen tetap menjadi konstituen kimia yang
paling penting dari kehidupan berbagai organisme yang berada di
ekosistem sungai tersebut. Tanaman/ Flora
Seperti
yang kita ketahui bersama bahwasanya tumbuhan melakukan proses
fotosintesis untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia
yang dapat digunakan untuk bahan bakar aktivitas organisme. Beberapa
tanaman atau flora dapat kita temui di ekosistem sungai ini. Tanaman-
tanaman tersebut diantaranya:
Ganggang merupakan sumber yang
paling signifikan sebagai makanan utama yang dimiliki oleh sebagain
besar sungai. Ganggang ini biasanya mengambang bebas namun tidak bisa
mempertahankan jumlah populasi yang besar dalam jangka waktu lama.
Selain
ganggang, lumut juga merupakan tanaman yang sering kita jumpai di
ekosistem sungai. Lumut ini akan mudah kita temui menempel di benda-
benda padat, misalnya batu.
Tanaman tingkat tinggi. tanaman
tingkat tinggi berfungsi melindungi binatang- binatng dari arus dan juga
dari predator, serta sebagai penyedia sumber makanan bagi binatang-
binatang tersebut. Ciri khas dari tanaman tingkat tinggi ini adalah
menjalar di permukaan sungai. Contohnya adalah kangkung liar, dan enceng
gondok.
Ikan
Ikan merupakan binatang
yang banyak kita temui di ekosistem sungai. Kemampuan jenis ikan untuk
dapat bertahan hidup bervariasi serta berhubungan erat habitat sungai
yang ditempatinya. Kita akan dapat menemukan sebagian besar ikan yang
tinggal di bagian dasar, di sisi sungai, dan juga di balik bebatuan di
sungai. Hal ini bertujuan untuk menyiasati penggunaan energi yang tinggi
karena ikan- ikan tersebut harus berenang melawan arus. Ikan- ikan ini
biasanya hanya akan berenang ketika akan mencari makan dan ketika akan
berpindah tempat. Invertebrata
Binatang
invertebrata atau tidak bertulang balakang merupakan binatang yang
banyak kita temui di ekosistem sungai ini. Beberapa jenis binatang
invertebrata yang kita temui di sungai adalah udang karang, siput,
kerang, keong, remis, dan beberapa jenis serangga invertebrata. Dari
jenis- jenis tersebut, komunitas yang paling dominan di ekosistem sungai
adalah jenis serangga. Serangga ini mudah sekali kita temukan dan
hampur di setiap habitat, seperti di permukaan air, di dasar air, dan di
bawah batu. Binatang- binatang tersebut akan banyak kita jumpai di
dasar sungai. Hal ini bertujuan untuk menghindari arus sungai yang
tinggi. Selain di dasar, ada beberapa binatang yang mulai beradaptasi
dengan cara hidup di sisi hilir dan terhalang oleh batu. Burung
Selain
binatang- binatang air, ekosistem sungai juga dihuni oleh beberapa
binatang darat, seperti burung. Burung memang tidak tinggal di dalam
air, namun burung ini tinggal di sekitar ekosistem sungai unyuk mmenuhi
kebutuhannya (mencari makan). Makanan utama dari burung- burung ini
adalah ikan- ikan kecil atau binatang invertebrata yang tinggal di
lingkungan ekosistem sungai tersebut.
Komponen Ekosistem Sungai
Seperti
yang kita ketahui bersama bahwa ekosistem adalah suatu interaksi yang
melibatkan makhluk hidup dengan lingkungannya (baca: fungsi lingkungan hidup bagi manusia).
Hal ini berarti ekosistem meliputi interaksi komponen biotik dan juga
komponen abiotik. Komponen biotik dan abiotik ini merupakan komponen-
komponen yang dimiliki oleh semua jenis ekosistem, termasuk ekosistem
sungai ini. Komponen- komponen yang dimiliki oleh ekosistem sungai
adalah sebagai berikut:
Komponen biotik. Komponen biotik
merupakan komponen yang terdiri dari makhluk hidup, baik tumbuhan maupun
binatang. Ekosistem sungai mempunyai banyak sekali komponen biotik,
seperti tumbuhan (contoh: ganggang, angkung liar, enceng gondok, lumut,
dan lain sebagainya), binatang (contoh: sipur, keong, remis, kerang,
udang , ular, serangga, dan lain sebagainya), fitoplankton, zooplankton,
serta organisme lainnya.
Komponen abiotik. berkebalikan dengan
komponen biotik, komponen abiotik ini merupakan komponen ekosistem yang
berbentuk benda- benda tak hidup. Namun, meski benda- benda tersebut tak
hidup, keberadaan benda- benda tersebut tetap berpengaruh terhadap
kelangsungan hidup komponen biotik yang ada di ekosistem tersebut.
Beberapa komponen abiotik yang berada di ekosistem sungai antara lain:
batu (baca: jenis-jenis batuan), suhu, cahaya matahari, kelembaban udara (baca: cara menjaga kelestarian udara), dan lain sebagainya.
Pembagian Zona Ekosistem Sungai
Tahukah
Anda bahwa ternyata ekosistem sungai ini dibedakan atas beberapa zona?
Ya, para ahli membagi ekosistem sungai dibagi ke dalam dua zona.
Pembagian zona di ekosistem sungai adalah sebagai berikut:
Zona air deras
Zona
pertama yang ada di ekosistem sungai adalah zona air deras. Zona air
deras merupakan wilayah sungai yang cenderung dangkal. Pada zona ini
kita akan mendapati aliran arus air yang deras atau sangat tinggi.
Biasanya zona ini berada di bagian hulu sungai (atau lebih tepatnya di
pegunungan). Aliran sungai yang deras ini mengakibatkan bagian dasar
sungai menjadi bersih dari berbagai macam endapan serta materi- materi
yang mengendap lainnya.
Hal ini juga menyebabkan bagian dasar dari
zona ini cenderung terasa padat. Di zona air deras ini kita akan
menemukan bentos dan juga organisme ferifitik yang mempunyai kemampuan
untuk melekat dan berpegang pada dasar yang bersifat keras atau padat,
atau bisa juga pada ikan yang bisa berenang dengan kuat.
Zona aliran tenang
Zona
kedua yang terdapat dalam ekosistem sungai adalah zona aliran tenang.
Berbeda dengan zona yang pertama, zona ini merupakan zona yang sedikit
lebih dalam dan arus sungai tidak terlalu deras seperti zona yang
pertama. Zona ini biasanya berada di wilayah yang landai. Di zona ini
kita juga akan menemukan lumpur dan juga bahan endapan lainnya yang
mengendap di dasar sungai. Karena banyaknya bahan endapan yang mengendap
ini maka menjadikan dasar sungai terasa lunak dan tidak sesuai lagi
dengan bentos. Zona aliran tenang ini lebih sesuai bagi nekton dan
plankton yang mempunyai kebiasaan menggali dasar sungai.
Itulah
dua zona yang terdapat pada ekosistem sungai. Apabila kita perhatikan,
maka dua zona tersebut mempunyai karakteristik yang bertolak belakang.
Manfaat Ekosistem Sungai
Semua
jenis ekosistem mepunyai fungsinya masing- masing, demikian pula dengan
ekosistem sungai ini. Ekosistem sungai mempunyai beberapa manfaat yang
sangat penting bagi kita semua. Beberapa manfaat sungai yang akan kita peroleh dari ekosistem sungai adalah sebagai berikut:
Sumber
air tawar. Sungai menyediakan banyak sekali air tawar yang dibutuhkan
oleh semua makhluk hidup. Manusia memerlukan air tawar dalam jumlah yang
banyak untuk mencukupi segala macam kebutuhan, seperti minum, memasak,
mencuci, hingga kebutuhan untuk industri. Tidak hanya manusia saja,
binatang dan tumbuhan juga sangat memerlukan air agar mereka bisa
bertahan hidup.
Ekosistem air tawar (termasuk juga ekosistem sungai) ini berperan sebagai bottle neck dalam siklus hidrologi yang ada di Bumi.
Ekosistem sungai yang bersamaan dengan ekosistem estuary merupakan tempat yang mudah dan murah untuk membuang limbah yang bersifat tertier.
Sebagai
tempat hidup bagi banyak mahkluk hidup yang ada di Bumi, khususnya
binatang- binatang air dan juga tumbuhan yang hidup di air.
Bisa
digunakan sebagai tempat budidaya tanaman tertentu, sehingga dapat
menghasilkan nilai ekonomis bagi warga masyarakat yang berada di sekitar
sungai tersebut.
Sebagai tempat rekreasi bagi anak- anak dan juga bagi keluarga.
gerhana bulan total negatif: Pada gerhana ini, bulan akan tepat
berada pada daerah NTT dan warna bulan menjadi merah tetapi tidak rata.
gerhana bulan total positif: Pada gerhana ini, bulan melalui titik pusat daerah umbra dan warna bulan menjadi merah merata.
Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar
matahari. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan bulan.
Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram
Gerhana Bulan Sebagian terjadi ketika sebagian Bulan melewati
bayangan umbral Bumi. Itu tergantung pada ukuran gerhana bahwa itu akan
menjadi merah tua atau warna karat, atau hanya abu-abu arang juga dapat
muncul pada bagian gelap dari permukaan bulan. Juga, jenis efek visual
ini dapat dilihat selama fase parsial sebelum dan sesudah gerhana bulan
total.
Sementara itu, Gerhana Bulan Penumbral terjadi ketika Bulan
melewati bayangan penumbral bumi. Dalam jenis gerhana ini, tidak ada
permukaan bulan yang sepenuhnya dinaungi oleh umbra Bumi. Sebaliknya,
redup terkecil di dekat anggota tubuh bulan yang paling dekat dengan
umbra dapat dilihat. Ketika setidaknya setengah Bulan memasuki penumbra,
maka kita bisa melihat Gerhana Bulan Penumbral.
Magnet atau magnit adalah suatu objek yang mempunyai suatu medan magnet.
Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa YunanimagnÃtis lÃthos yang berarti batu Magnesian.
Pada saat ini, suatu magnet adalah suatu materi
yang mempunyai suatu medan magnet. Materi tersebut bisa dalam berwujud
magnet tetap atau magnet tidak tetap. Magnet yang sekarang ini ada
hampir semuanya adalah magnet buatan.
Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/ N)
dan kutub selatan (south/S). Walaupun magnet itu dipotong-potong,
potongan magnet kecil tersebut akan tetap memiliki dua kutub.
Magnet dapat menarik benda lain.
Beberapa benda bahkan tertarik lebih kuat dari yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua logam mempunyai daya tarik yang sama terhadap magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi yang mempunyai daya tarik yang tinggi oleh magnet. Sedangkan oksigen cair adalah contoh materi yang mempunyai daya tarik yang rendah oleh magnet.
Elektromagnet terbuat dari gulungan kawat yang bertindak
sebagai magnet ketika arus listrik melewatinya tetapi berhenti menjadi
magnet ketika tidak diberi arus listrik [1].
Seringkali, kumparan melilit inti dari "lunak " bahan ferromagnetic
seperti baja, yang sangat meningkatkan medan magnet yang dihasilkan oleh
kumparan. Keseluruhan kekuatan magnet diukur dengan momen magnetik
atau, sebaliknya, total fluks magnetik yang dihasilkan . Kekuatan lokal
magnet dalam suatu material diukur dengan magnetisasinya.
Magnet tetap
Magnet tetap tidak memerlukan tenaga atau bantuan dari luar untuk menghasilkan daya magnet (berelektromagnetik).
Jenis magnet tetap selama ini yang diketahui terdapat pada:
Magnet neodimium:
Merupakan magnet tetap yang paling kuat. Magnet neodymium (juga dikenal
sebagai NdFeB, NIB, atau magnet Neo), merupakan sejenis magnet tanah
jarang, terbuat dari campuran logam neodymium.
Magnet Samarium-Cobalt:
Salah satu dari dua jenis magnet bumi yang langka, merupakan magnet
permanen yang kuat yang terbuat dari paduan samarium dan kobalt.
Magnet diletakkan pada solenoida (kumparan kawat berbentuk tabung panjang dengan lilitan yang sangat rapat) dan dialiri arus listrik searah (DC).
Bahan yang biasa dijadikan magnet adalah. Besi lebih mudah untuk
dijadikan magnet daripada baja. Tapi sifat kemagnetan besi lebih mudah
hilang daripada baja. Oleh sebab itu, besi lebih sering digunakan untuk
membuat elektromagnet.
B. Sifat-Sifat Magnet
Magnet
hanya menarik benda tertentu yang ada di sekitarnya. Tidak semua jenis
benda bisa ditarik oleh magnet meski berada dalam jangkauannya.
Gaya magnet dapat menembus benda.
Magnet mempunyai dua kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan.
Apabila
kutub magnet yang sejenis didekatkan satu sama lain, kedua kutub akan
saling tolak menolak. Sebaliknya, kutub yang berlainan akan saling
tarik-menarik.
Medan magnet akan membentuk gaya magnet. Medan magnet akan semakin rapat jika didekatkan dengan magnet.
Sifat kemagnetan dapat melemah atau hilang karena hal tertentu, seperti sering jatuh, terbakar, atau lainnya.
C. Jenis Bahan Magnet
Berdasarkan
sifat kemagnetannya, jenis bahan magnet secara umum terbagi menjadi
dua, yaitu bahan magnetik (feromagnetik) dan bahan nonmagnetik.
Bahan Magnetik (Feromagnetik)
Feromagnetik
adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Jika benda
jenis feromagnetik berada dekat dengan magnet, magnet akan menarik benda
tersebut. Selain itu, benda yang termasuk bahan feromagnetik dapat
dijadikan suatu magnet. Contoh bahan feromagnetik adalah baja, besi,
nikel, dan kobalt.
Bahan Nonmagnetik
Bahan nonmagnetik terbagi atas:
Paramagnetik
adalah benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat.
Contohnya alumunium, tembaga, platina, dan lain-lain.
Diamagnetik
adalah benda yang menolak magnet. Benda ini tidak dapat ditarik sama
sekali oleh magnet meski berada sangat dekat dengan magnet yang kuat.
Contoh benda diamegnetik adalah emas, seng, merkuri, dan lainnya.
D. Macam-macam Bentuk Magnet
Magnet batang bentuknya menyerupai batang atau balok atau kubus.
Magnet silinder, menyerupai tabung panjang.
Magnet jarum menyerupai jarum kompas dengan kedua ujung atau kutub magnet yang runcing.
Magnet U (magnet ladam) berbentuk seperti tapal kuda atau serupa dengan huruf U.
Magnet cincin, magnet ini memiliki bentuk bulat menyerupai cincin.
Magnet keping, magnet ini memiliki bentuk menyerupai kepingan logam.
Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan Globalisasi? Secara umum, pengertian globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena adanya pertukaran pandangan dunia, pemikiran, produk, dan berbagai aspek kebudayaan lainnya.
Secara etimologi kata globalisasi diambil dari bahasa Inggris, yaitu globalize yang berarti universal atau menyeluruh. Penambahan imbuhan “ization” pada kata Globalization artinya adalah proses mendunia. Sehingga arti globalisasi adalah proses sesuatu (informasi, pemikiran, gaya hidup, dan teknologi) yang mendunia.
Proses globalisasi dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya; teknologi internet, infrastruktur telekomunikasi dan transportasi, pertukaran pelajar, dan lain-lain. Pada umumnya globalisasi berhubungan dengan perubahan menyeluruh pada bidang ekonomi, industri, gaya hidup, dan aspek-aspek kehidupan lainnya.
Faktor Penyebab Globalisasi
Proses globalisasi terjadi karena beberapa faktor penyebab. Mengacu pada pengertian globalisasi di atas, adapun beberapa faktor penyebab globalisasi adalah sebagai berikut:
1. Perkembangan Teknologi Informasi dan Transportasi
Teknologi informasi dan transportasi berperan besar dalam proses globalisasi di dunia. Teknologi yang semakin maju membuat kegiatan transaksi jual-beli antar negara menjadi lebih mudah.
Salah satu contohnya adalah bisnis E-commerce (baca: pengertian e-commerce) dimana kita dapat bertransaksi tanpa harus datang ke lokasi penjual.
2. Kerjasama Ekonomi Internasional
Kerjasama ekonomi antar negara-negara di dunai juga merupakan faktor penyebab globalisasi. Kemudahan dalam membuat kesepakatan perdagangan internasionalmengakibatkan proses globalisasi terjadi secara terus-menerus.
3. Kemudahan Dalam Pengiriman Barang dan Jasa
Masyarakat antar negara dapat saling mengirimkan barang dan jasa satu sama lain. Kemudahan dalam pengiriman barang ini membuat banyak produk asing yang masuk ke dalam negeri dan diadaptasi oleh masyarakat.
Misalnya produk fashion asal Korea yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Pada saat masyarakat Indonesia memakai produk-produk dari negara lain, maka terjadilah proses asimilasi atau penggabungan kebudayaan antar negara.
3. Konflik Antar Negara Semakin Berkurang
Semakin tingginya kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya hubungan internasional mengakibatkan berkurangnya konflik antar negara. Ketika antar negara melakukan hubungan internasional maka terjadilah globalisasi.
4. Sumber Daya Alam Berkurang
Ada beberapa sumber daya alam yang pasti akan mengalami pengurangan setiap tahunnya. Misalnya minyak bumi dan logam mulia.
Hal ini membuat beberapa negara berinvestasi di negara lain untuk mengeruk sumber daya di negara tersebut. Contohnya tambang emas Freeport di Papua, Indonesia yang dikeruk oleh negara lain.
Mengacu pada pengertian globalisasi di atas, globalisasi bisa berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat suatu negara secara universal. Dampak globalisasi tersebut bisa positif tapi bisa juga negatif.
1. Dampak Positif Globalisasi
Secara singkat, berikut ini adalah beberapa dampak positif globalisasi:
Teknologi informasi berkembang sangat pesat
Kemudahan dalam mendapatkan kebutuhan dan keperluan pribadi
Kemudahan dalam pengembangan ilmu pengetahuan
Penyebaran informasi lebih cepat dan mudah didapat
Meningkatkan sikap toleran dan cosmopolitan masyarakat dunia
Kemudahan dalam berkomunikasi dengan orang lain di seluruh dunia
Hubungan internasional antar negara semakin baik
Kemudahan dalam bertransaksi secara online, baik dalam negeri maupun ke mancanegara
Peningkatan hubungan antar negara di sektor ekonomi
2. Dampak Negatif Globalisasi
Secara singkat, berikut ini adalah beberapa dampak negatif globalisasi:
Potensi terjadinya kriminalitas semakin meningkat karena meniru peristiwa di negara lain
Masuknya paham-paham yang tidak sesuai dengan ideologi negara yang menimbulkan konflik di masyarakat
Masyarakat lebih konsumtif ketimbang produktif dan cenderung kehilangan kreativitas di dalam dirinya karena meniru tren di luar negeri
Masyarakat terpengaruh budaya negara lain yang tidak sesuai dengan budaya lokal sehingga budaya lokal semakin terkikis
Timbulnya berbagai informasi yang tidak akurat bahkan hoax yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat
Sebagian masyarakat menjadi lebih tertutup dan berfikiran sempit karena tidak ingin terpapar globalisasi
Sebagian masyarakat menjadi lebih individual dan egois
Berkurangnya peminat di sektor pertanian karena bidang teknologi dan informasi dianggap lebih potensial
Timbulnya kesenjangan sosial di masyarakat karena masyarakat berlomba-lomba untuk memperkaya diri sendiri dan tidak perduli sekitarnya
Hilangnya rasa nasionalisme masyarakat karena sering membanding-bandingkan dengan negara lain yang dianggap superior atau lebih baik
Dari penjelasan di atas kita dapat melihat bahwa globalisasi bisa berdampak buruk dan juga berdampak baik bagi masyarakat di suatu negara. Untuk menyikapi terjadinya globalisasi, sebaiknya kita harus mempersiapkan diri agar bisa menyerap hal-hal baik dari globalisasi dan membentengi diri agar bisa menolak atau meminimalisir dampak buruknya.
SOAL LATIHAN ;
1.Berikan contoh dampak positif
globalisasi bagi masyarakat! 2.Berikan contoh dampak negatif
globalisasi bagi masyarakat! 3.Bagaimana sikap terhadap pengaruh
negatif globalisasi? 4. Bagaimana sikap terhadap pengaruh positif
globalisasi? 5.Apa yang dimaksud dengan globalisasi? 6.Bagaimana bentuk kerja sama Indonesia
dengan negara-negara Asia Tenggara di masa
globalisasi ini? 7. Berikan contoh warisan budaya Indonesia yang
diakui Dunia!
Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu:
aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad
Berikut adalah panduan lengkap mengenai kaidah ejaan yang meliputi tujuan, fungsi, sejarah, serta contohnya.
1. Pengertian Kaidah Ejaan
Kaidah adalah rumusan asas yang menjadi hukum, merupakan sebuah aturan yang sudah pasti dan dapat dijadikan patokan atau dalil bagi siapapun yang memakainya.
Sementara ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi baik kata, frasa, kalimat, dan lainnya ke dalam bentuk tulisan atau huruf-huruf serta aturan mengenai tanda baca. Secara etimologis, definisi ejaan ini lebih menekankan pada segi historisnya yakni dengan mempertahankan unsur yang tidak direalisasikan dalam sistem bunyi suatu bahasa.
Secara singkat, pengertian kaidah ejaan adalah keseluruhan peraturan yang melambangkan bunyi ujaran, penataan kata meliputi pemisahan dan penggabungan kata, penulisan atau tata kata secara rinci termasuk unsur serapan, huruf, dan tanda baca.
2. Tujuan Ejaan
Tujuan adanya aturan kaidah ejaan ini adalah untuk memberi pengertian pada tulisan agar lebih jelas dan memudahkan pembaca untuk memahami informasi yang disampaikan secara tertulis.
3. Fungsi Ejaan
Fungsi ejaan yang utama adalah untuk menunjang pembakuan tata bahasa Indonesia baik kaitannya dengan kosa kata maupun dengan peristilahan. Ejaan sangat penting dan perlu untuk diprioritaskan.
Adapun fungsi ejaan secara khusus adalah sebagai berikut:
Sebagai landasan pembakuan tata bahasa
Sebagai landasan pembakuan kosa kata dan peristilahan
Sebagai alat penyaring dari masuknya unsur-unsur bahasa lain baik secara kosa kata maupun istilah ke dalam Bahasa Indonesia
4. Sejarah Ejaan
Bicara tentang kaidah ejaan, tidak terlepas dari perkembangan tata bahasa Indonesia sejak dulu hingga sekarang. Sistem ejaan yang ada saat ini merupakan bentuk yang paling mutakhir dan disempurnakan dari ejaan pada masa-masa sebelumnya.
Berikut adalah perkembangan dan sejarah ejaan Bahasa Indonesia secara singkat:
4.1 Ejaan Van Ophuijsen
Ejaan Van Ophuijsen ditetapkan tahun 1901, ejaan ini menetapkan Bahasa Melayu dengan huruf latin. Dirancang oleh Ch. A. Van Ophuijsen yang dibantu oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Thaib Soetan. Aturan dan contoh mengenai ejaan ini dijelaskan lebih rinci pada sub bab contoh.
4.2 Ejaan Suwandi
Ejaan Soewandi atau dikenal sebagai ejaan republik diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 untuk menggantikan ejaan Van Ophuijsen. Aturan dan contoh mengenai ejaan ini dijelaskan lebih rinci pada sub bab contoh.
4.3 Ejaan Pembaruan
Diprakarsai oleh Prof. M. Yamin, ejaan pembaruan diresmikan pada tahun 1954 untuk menggantikan yang sebelumnya. Pada waktu itu disarankan agar satu bunyi satu huruf, penetapan hendaknya dilakukan oleh badan yang kompeten, serta ejaan hendaknya praktis namun tetap ilmiah. Aturan dan contoh mengenai ejaan ini dijelaskan lebih rinci pada sub bab contoh.
1. Penulisan 'di', dipisah atau digabung?
Agaknya banyak pengguna bahasa Indonesia yang kesulitan untuk membedakan 'di' sebagai kata depan dan 'di' sebagai afiks (imbuhan).
Penggunaan 'di' sebagai kata depan penulisannya dipisah.
Contoh: "Saya tinggal di Jakarta."
Penggunaan di- sebagai afiks (imbuhan) penulisannya digabung.
Contoh: "Buku itu dibeli dari toko buku Gramedia."
Banyak orang yang membedakan pengguanaan itu dengan pedoman bahwa 'di' yang dipisah digunakan untuk menunjukkan
Dan menganggap bahwa, selain kata yang menunjukkan tempat, 'di' selalu digabung.
Namun, tidak hanya itu, 'di' juga bisa dituliskan di depan kata yang menunjukkan waktu dan sebagainya.
Misal, "Saya pergi berbelanja di hari Sabtu."
Contoh:
'Dijalani' dapat diganti dengan 'menjalani'.
Tetapi 'di jalan' tidak dapat diganti dengan 'menjalan'.
Sehingga penggunaan 'di' pada 'di jalan' dipisah, sebab 'jalan' berfungsi sebagai tempat atau lokasi.
2. Penggunaan Kata 'di mana' bukan sebagai kata tanya
Dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari, banyak ditemukan kata 'di mana' yang difungsikan sebagai kata hubung dalam kalimat.
Contoh: "Rasanya seperti kembali pada masa lalu, di mana aku masih berusia sembilan tahun."
Penggunaan kata 'di mana' dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai kata untuk menanyakan tempat atau lokasi.
"Di mana kamu membeli buku itu?"
M. Ramlan seorang guru besar linguistik dari Universitas Gadjah Mada mengatakan penggunaan 'di mana' sebagai penghubung dalam kalimat dipengaruhi oleh bahasa Inggris.
3. Penggunaan huruf kapital dalam penulisan judul
Banyak yang menuliskan judul menggunakan huruf kapital di awal setiap kata.
Padahal, tidak semua kata harus dituliskan dengan huruf awal kapital.
Beberapa kata harus dituliskan dengan huruf awal kecil.
Kata-kata tersebut adalah kata hubung seperti 'di', 'ke', 'dari', 'pada', 'degan', 'dan', 'dalam', 'atau', 'terhadap', dan lain sebagainya.
Contoh: "Presiden Jokowi Blusukan ke Pasar Klewer Solo"
4. Penulisan bentuk terikat
Bentuk terikat penulisannya harus digabung dengan kata yang diikutinya.
Dalam bahasa Indoneisa, bentuk terikat yang sering salah penulisannya adalah maha-, tuna-, antar-, pasca-, ekstra-, multi-, dan sebagainya.
Beberapa ornag menuliskannya dengan terpisah menjadi: